Persyaratan Intra di Batusangkar

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Animated Graphics

Persyaratan Intermediate Training (INTRA)
Batusangkar 30 Juni-6 Juli 2008

1. Bersedia untuk aktif pada kepengurusan PII (PK,PD,PW) minimal 2 tahun pasca INTRA.
2. Telah mengikuti Basic Training (BATRA) minimal 6 bulan.
3. Pernah mengikuti salah satu kegiatan PII dan pernah bergabung dalam kepanitiaann kegiatan PII
4. Telah membaca buku-buku karya umum minimal sebanyak 5 Judul.
5. Fasih baca Al Quran.
6. Membuat makalah setebal 7 halaman (minimal) ukuran kuarto, spasi 1.5, margin 4x3x3x3. Dengan pilihan tema :
a. Pelajar berprestasi dalam perspektif kader PII
b. Keberagaman Islam sebagai peluang eksistensi gerakan PII
c. Pembentukan Komunitas/Sagiat (satuan kegiatan) sebagai pembasisan gerakan PII.
d. Menelaah system pendidikan masyarakat Minangkabau.
e. Meningkatkan peran kaderisasi untuk melanjutkan gerakan PII di tingkat Daerah.
f. Ghazwul Fikri : Menelaah dan mengantisipasi gerakannya.
g. Menciptakan kerukunan yang berlandasan moral

7. Membuat resume Falsafah Gerakan PII.
8. Membuat resensi buku dengan pilihan :
a. Aku Wariskan Untuk Kalian, Penulis Sayyid Quthb. Penerbit : Uswah
b. Psykologi Komunikasi, Penulis : Jalaluddin Rahmat.
c. Wawasan Islam, penulis : Endang Saefudin Al Anshari.
d. Tasauf Modern, penulis : Hamka.
e. Filsafat Ilmu, penulis : Jujun.S.Sumantri
f. Paradigma Islam, Interpretasi untuk aksi, penulis : Kunto Wijoyo, Penerbit : Mizan.
g. To be Enterprenew Moslem.
h. Mencari Pahlawan Indonesia, Penulis : Anis Matta
9. Membawa buku-buku ilmiah, pergerakan, keorganisasian, kewirausahaan dll minimal 5 buah per orang.
10. Pas Foto 3×4 sebanyak 3 Lembar.

bang yudi married

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Animated Graphics

Nazila Zoubair (Ila)

with

Yudi Helfi (Yudi)

son of Mr. H. Syamsul Udaya and Mrs. Hj. Hafniarti

on Sunday 08th June 2008 promptly at 10 AM
at Jl. KR. Bonto Tanga No. 26 RT 02 RW 07, Kel. Karunrung, Kec. Tamalate,
Makassar – South Sulawesi

Persyaratan advantra n pid riau

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Animated Comments & Graphics

PERSYARATAN LEADERSHIP ADVANCE TRAINING
PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)
Pekanbaru, 07 s.d. 15 Juni 2008

1.Pernah aktif di Pengurus Daerah dan atau sedang aktif di Pengurus Wilayah
2.Telah lulus mengikuti Intermdiate Training (INTRA) minimal 6 bulan terahir
3.Telah lulus mengikuti salah satu kursus pasca Intermediate Training dan atau Ta`lim Wustho secara penuh
4.Mendapat surat mandat dari Pengurus Wilayah
5.Mampu membaca Al-Quran dengan fasih (Tajwid dan makhraj huruf) dengan lancar
6.Telah berumur minimal 17 tahun atau jenjang pendidikannya di kelas 2 SLTA / sederajat
7.Membuat tugas tulis berupa makalah dan resensi secara orisinil dan mampu mempertanggungjawabkannya dihadapan tim instruktur

Makalah:
a.Tema Makalah (pilih salah satu), antara lain:
Reinterpretasi PII: Dari Gerakan Ideologis menuju Gerakan Inklusif
Membangun Kader Intelektual dalam Menjawab Problem Kebangsaan
Menggagas Konsep Gerakan Pelajar di tengah Masyarakat Urban
Penguatan Orientasi Gerak PII sebagai Media Pendidikan Alternatif
Antara Etika dan Estetika: Mengurai Budaya di Era Komunikasi
Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Kajian Epistemologis menuju Masa Depan Peradaban Muslim
Tauhid Transformasi Kehidupan/Peradaban Islam.
Kader PII ditengah Arus Budaya Global (tinjauan Profil ideal kader PII)
b.Minimal 10 Lembar, 1,5 spasi, Times New Roman, 12 pt, Kertas A4
c.Referensi yang dipakai minimal 5 buku.
d.Ada lembar pengesahan dari Pengurus Wilayah yang memberi mandat.

Daftar Buku Yang di resensi (pilih salah satu), antara lain:
(No – Judul – Pengarang – Penerbit)

1.Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) – Hamdani Bakran AdzDzakiey – Pustaka Al Furqan
2.Islam Agama Semua Zaman – Shabbir Akhtar
3.Dua Wajah Islam – Stephen Sulaiman Schwartz Blantika – The Wahid Institute
4.Kepribadian dalam Psikologi Islam – Dr. H. Abdul Mujib, M. Ag – Rajawali Pers
5.Menanam Sebelum Kiamat – Fachruddin M Mangunjaya, dkk – Yayasan Obor Indonesia
6.Beragama dengan Akal Jernih – Idrus Shahab – Serambi
7.Islam Sebagai Ilmu – Kuntowijoyo – Mizan
8.Orientalis dan Diabolisme Pemikiran – Dr Syamsuddin Arif – Gema Insan Press
9.Filsafat Etika Islam – Amin Abdullah – Mizan
10.Muqaddimah – Ibnu Khaldun – Pustaka Firdaus
11.Dari Gerakan ke Negara – H. M. Anis Matta – Rabbani
12.Tasauf Modern – Hamka – Pustaka Panji Mas
13.Wawasan Islam – H. Endang S. Anshari, MA – Gema Insani Press
14.Iklan dan Politik – Budi Setiyono – Galang Press
15.Budaya Populer sebagai Komunikasi – Idi Subandy Ibrahim – Jala Sutra
16.Islam dan Pluralisme – Jalaluddin Rahmat – Serambi
17.Al Qur’an Kitab Zaman Kita – Syaikh Muhammad Al Ghazali – Mizan
18.Spiritualitas dan Realitas Kebudayaan Kontemporer – Alfathri Adlin (editor) – Jala Sutra
19.Benturan Antar Peradaban – Samuel P. Huntington – Qalam
20.Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan – Kasiyan Ombak
21.Titik Balik Peradaban – Fritjof Capra – Jejak
22.Genealogi Intelegensia Muslim – Yudi Latif – Teraju
23.Cita Humanisme Islam – George A Maqdisi – Serambi
24.Renaisans Islam – Joel L. Kraemer – Mizan
25.Islam, Doktrin dan Peradaban – Nurcholis Madjid – Paramadina

8.Menyatakan kesediaan untuk aktif di struktur kepengurusan PII minimal 2 tahun kedepan
9.Mengirim curriculum vitae, makalah dan resensi (H-3) via email: ancha27_2007@yahoo.co.id
10.Membawa buku-buku tentang filsafat, tasawuf, pemikiran dan agama, pendidikan, sosial, budaya, politik, ekonomi, sejarah dan lain-lain minimal 5 buah.

PERSYARATAN PENDIDIKAN INSTRUKTUR DASAR
PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)
Pekanbaru, 16 s.d 18 Juni 2008

1.telah mengikuti Advance Training Pelajar Islam Indonesia
2.telah membaca dan atau memahami konstitusi PII (FG PII, Khittah Perjuangan PII, AD/ART PII)
3.membuat tulisan dengan pilihan tema sebagai berikut:
Seandainya Saya Menjadi Instruktur PII; Sebuah Harapan, Pemenuhan Kompetensi, serta Tanggung Jawab Keummatan.
Proyeksi Diri sebagai Seorang Instruktur Tahun 2008-2010; Sebuah Keterbatasan Diri, Kebutuhan Organisasi dan Tantangan Ummat.
4.tulisan dibuat pada kertas kuarto dengan ketentuan: font 12 poin, Times New Roman, Spasi 1,5 dan jumlah halaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing kandidat peserta
5.membuat silabus kursus pra batra (recruitment) sesuai dengan minat pengembangan Anda dan harus orisinil
6.menyetujui kontrak sebagai seorang instruktur PII
7.mencari dua artikel tentang Problematika Dunia Pendidikan, disertai dengan opini Anda terhadap artikel tersebut, masing-masing satu halaman
8.membawa buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan
9.lancar dan fasih membaca al-quran (tajwid dan makhroj huruf)
10.membawa mandat dari Pengurus Wilayah bersangkutan

Antara ” Tasbih ” & ” Palu Arit “

Mayoritas umat Islam dan masyarakat Indonesia masih memandang, komunisme adalah bahaya laten dan harus dibabat. Seakan-akan penganut faham ini tidak diizinkan menghirup udara segar di bumi merah putih. Mereka dicap sebagai pemberontak yang kejam, sadis, dan anti-agama. Apalagi sejak kecil, saat orba berkuasa, tiap tanggal 30 September kita seakan dihipnotis oleh film yang disutradarai oleh Arifin C. Noer itu.

Adegan yang paling membakar darah umat Islam adalah adegan penyerangan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap umat Islam yang sedang bersembahyang di masjid. Mereka merobek dan menginjak-injak kitab suci al-Qur’an. Benarkah demikian faktanya? Wallahu a’lam.

Kala itu, pasca tragedi lubang buaya, umat Islam adalah barisan terdepan secara massif dan emosional untuk mengganyang antek-antek PKI. Sejak peristiwa itu hingga kini, umat Islam jengkelnya bukan main kalau mencium apapun yang berbau PKI. Ini tak lepas dari hasil propaganda atau konspirasi yang ingin menyingkirkan PKI dari pentas politik, budaya, dan ideologi masyarakat Indonesia. Akhirnya PKI secara resmi diborgol oleh Tap MPRS No. XXV/1966.

Perang dingin Islam dan komunisme masih berkecamuk di tanah air. Masih sering kita dengar dan baca informasi di televisi, surat kabar, milis, situs, dan blog yang memberitakan aksi kekerasan kelompok Islam terhadap PKI. Misalnya kelompok Islam tertentu membubarkan forum diskusi yang berbau komunisme, memprotes parpol yang mirip dengan jargon-jargon komunis, dan pembakaran buku-buku berirama sosialis.

Gaya dan reaksi umat Islam seperti itu tidak semua. Sebagian kelompok Islam ada yang sudah melek sejarah dan tidak membabi buta membenci komunisme. Bahkan mereka ini rela meluangkan waktunya untuk bergerak melakukan rekonsiliasi dan advokasi korban politik akibat peristiwa 30 September 1965. Kelompok umat Islam semacam ini masih terbilang minor. Masih banyak umat Islam yang masih dibutakan versi sejarah orde baru yang selalu menyalahkan PKI.

Padahal sejak dulu banyak orang Islam yang komunis atau komunis yang Islam, tapi fakta ini sengaja ditutup-tutupi. Sebut saja Haji Misbach, Hasan Raid, dan Haji Ahmadi Mustahal adalah deretan nama-nama muslim komunis. Selain itu, sejarah mencatat, Sarekat Islam (SI) adalah cikal bakal PKI (lihat, Soe Hok Gie, Di Bawah Lentera Merah, 1999).

Sinergi Ritus Ubudiyah dan Gerak Sosial

Gerakan inilah yang menyokong gerakan perjuangan buruh dan rakyat miskin dari belenggu penindasan dan penjajahan di era pra-kemerdekaan. Kita masih ingat statemen tegas yang tertulis dalam Buku Putih G.30-S Pemberontakan PKI, (1994, h.11), “Nabi Muhammad saw. telah mengajarkan sosialisme sejak seribu dua ratus tahun sebelum Karl Marx.” Itulah pernyataan tokoh SI, Haji Agus Salim, saat Kongres Nasional VI SI Oktober 1921 di Surabaya. Sosialisme adalah induk yang melahirkan komunisme ala marxisme-leninisme (pemikir praksis komunisme).

Prinsip-prinsip perjuangan kemanusiaan (antroposentris) yang dianut PKI inilah ternyata menyedot banyak simpatik umat Islam. Mereka lebih memilih PKI yang memperjuangkan rakyat miskin atau kelas bawah daripada partai-partai Islam yang tak begitu jelas pembelaannya kepada rakyat kecil. Ini tampak dalam diri Hasan Raid. Menurutnya, Partai Masyumi kurang bisa mengamalkan ajaran Islam untuk memihak kaum miskin, sementara PKI lebih pas untuk mengamalkan ajaran Islam, khususnya dalam menegakkan keadilan di Bumi Nusantara.

“Aku tak memilih masuk partai Islam, seperti Masyumi karena partai tersebut sebagai organisasi didirikan di zaman Jepang dan menjadi partai politik pasca Maklumat November 1945 dari Wapres Mohammad Hatta. Banyak sedikitnya tentu ada bau Jepangnya,” tutur Hasan Raid dalam Pergulatan Muslim Komunis: Otobiografi Hasan Raid (2001, h. 66).

Pada titik inilah Islam dan komunisme bisa bergandengan tangan dan tidak bermusuhan. Sebagai umat Islam semestinya sadar bahwa kewajiban kita tidak hanya kewajiban vertikal: beribadah kepada Tuhan, tapi juga kewajiban horisontal: berbuat baik dengan sesama makhluk.

“Tasbih” dan “palu arit” yang saya maksud adalah simbol keharmonisan orientasi ibadah duniawiyah (ritus ubudiyah) dan ukhrawiyah (gerak sosial) yang harus dijaga. Simbol itu bukan berarti mendorong umat Islam untuk masuk partai komunis, tapi sebagai otokritik atau introspeksi diri tentang kenyataan Islam yang masih berkutat pada nalar teologis (al-’aqlu al-aqa’idy). “Cirinya adalah pemusatan segala aktivitas dan persoalan apapun kepada Tuhan, tanpa menghiraukan harkat dan martabat manusia serta problem kemanusiaan,” papar Mohammad Arkoun dalam Al-Fikru al-Islamy: Naqdun wa Ijtihadun.

Untuk mensinerginakan dua perkara itu, maka bulan ini adalah momentum yang tepat. Bulan puasa tidak hanya dijadikan sebagai riyadhah ubudiyah, tapi juga mestinya menjadi latihan riyadhah insaniah, memperbanyak ibadah sosial. Karena memang puasa dapat menggugah kesadaran progresif, mengikis egoisme, dan menumbuhkan sikap kebersamaan.

Orang yang berpuasa tentu tak akan tega melihat tetangganya tidak makan. Inilah salah satu bentuk sekala kecil kesadaran sosial sebagai upaya pembebasan dari kemiskinan. (QS. 107:1-7). Dalam perspektif Islam, kebersamaan merupakan makna hidup yang sejati. Karena itu, setiap individu harus menjadikan orang lain tidak ubah dirinya sendiri. Artinya, jika orang lain merasa tidak betah hidup dalam penderitaan, setiap muslim seharusnya mampu berempati, dan mencari solusi untuk melepaskan mereka dari jerat penderitaan. (QS. 6:145).

Uswah dari Sang Nabi

Pemaknaan seperti ini sejalan dengan misi profetik Nabi Muhammad saw., yaitu pembebasan manusia dari segala bentuk kooptasi tirani dan ketertindasan. Dalam catatan kitab sirah al-nabawiyah, Rasulullah tidak pernah melakukan gerakan pembebasan atas pertimbangan agama atau suku. Nabi melakukan misi pembebasan atas dasar-dasar kemanusiaan.

Pertama, pembebasan sosio-kultural. Sebelum Rasulullah diutus, struktur masyarakat masyarakat Arab dikenal feodal, paternalistik, dan melahirkan penindasan. Secara garis besar, mereka terbagi dalam dua kelas yang saling bertentangan, kelas terhormat yang menindas (the oppressor) dan kelas budak dan orang miskin yang tertindas (the oppressed). Sang Nabi hadir Pada waktu itu untuk merontokkan kesenjangan sosial dan memperjuangkan kesetaraan. (QS. 5:8).

Kedua, keadilan ekonomi dan anti kapitalisme. Sejak diturunkan pertama kali, al-Quran amat menekankan pemerataan dan keadilan semua, bukan untuk segelintir orang. Al-Qur’an amat menentang penimbunan dan perputaran harta pada orang-orang kaya saja (QS. 59:7), sementara orang miskin tertindas secara struktural dan sistemik. Untuk keperluan ini, Al-Quran menganjurkan orang berpunya menafkahkan sebagian hartanya kepada fakir miskin (QS. 2:219).

Haji Misbach, seorang muslim komunis, dalam artikelnya yang berjudul Islamisme dan Komunisme, beranggapan bahwa kapitalisme adalah biang kehancuran nilai-nilai kemanusiaan dan merusak tatanan agama. Bahkan dia kecewa terhadap lembaga-lembaga Islam yang tidak tegas membela kaum dhuafa. Baginya, perlawanan terhadap kapitalis dan pengikutnya sama dengan berjuang melawan setan dan menegakkan ajaran agama Islam.

Jadi, sudah semestinya pertentangan Islam dan komunisme kini dikubur. Toh tidak ada hal substansial yang bertengan antara komunisme dengan gerak sosial kemanusiaan dalam Islam. Kalau pun ada perbedaan tauhid, itu hal yang wajar seperti kelompok lain yang berbeda dengan Islam.

Namun sejatinya tidak ada yang aneh dengan komunisme, sebab komunisme bisa saja bersahabat dengan Islam, sebagaimana yang dilakoni oleh orang-orang muslim komunis. Berarti, tak selamanya komunis itu anti Tuhan. Mereka menggunakan senjata “tasbih” untuk beribadah secara vertikal kepada Tuhan dan senjata “palu arit” untuk beribadah secara horisontal kepada manusia dan lingkungan. []

Persyaratan Advantra & PID Banten

Persyaratan Advanced Training dan Pendidikan Instruktur Dasar

Pelajar Islam Indonesia (PII)

Banten, 12 – 23 Mei 2008

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Animated Graphics

  1. Biaya SWP Rp.75.000,- / peserta. Biaya SWO Rp.100.000,- / delegasi.
  2. Advanced Training

  1. Pernah aktif di Pengurus Daerah dan atau sedang aktif di Pengurus Wilayah

  1. Telah lulus mengikuti Intermdiate Training (INTRA) minimal 6 bulan terahir
  2. Telah lulus mengikuti salah satu kursus pasca Intermediate Training dan atau Ta`lim Wustho secara penuh
  3. Mendapat surat mandat dari Pengurus Wilayah
  4. Mampu membaca Al-Quran dengan fasih (Tajwid, makhraj huruf) dan lancar
  5. Telah berumur minimal 17 tahun atau jenjang pendidikannya di kelas 2 SLTA/sederajat
  6. Membuat tugas tulis berupa makalah dan resensi secara orisinil dan mampu mempertanggungjawabkannya di hadapan tim instruktur
    1. Makalah:

  • Tema Makalah (pilih salah satu), antara lain:

  1. Reinterpretasi PII: Dari Gerakan Ideologis menuju Gerakan Inklusif

  1. Membangun Kader Intelektual dalam Menjawab Problem Kebangsaan
  2. Menggagas Konsep Gerakan Pelajar di tengah Masyarakat Urban
  3. Penguatan Orientasi Gerak PII sebagai Media Pendidikan Alternatif
  4. Antara Etika dan Estetika: Mengurai Budaya di Era Komunikasi
  5. Islam Rahmatan lil-Alamin: Kajian Epistemologis menuju Masa Depan Peradaban Muslim
  6. Membangun Kemandirian Bangsa dalam Menyongsong Kebangkitan Indonesia

  • Minimal 10 Lembar, 1,5 spasi, Times New Roman, 12pt, Kertas A4
  • Referensi yang dipakai minimal 5 buku.
  • Ada lembar pengesahan dari Pengurus Wilayah yang memberi mandat.

2. Daftar Buku Yang di resensi (pilih salah satu), antara lain:

NO JUDUL PENGARANG PENERBIT
1 Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey Pustaka Al Furqan
2 Semua Berakar pada Karakter Ratna Megawangi Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
3 Dua Wajah Islam Stephen Sulaiman Schwartz Blantika, The Wahid Institute
4 Kepribadian dalam Psikologi Islam Dr. H. Abdul Mujib, M. Ag Rajawali Pers
5 Menanam Sebelum Kiamat Fachruddin M Mangunjaya, dkk Yayasan Obor Indonesia
6 Beragama dengan Akal Jernih Idrus Shahab Serambi
7 Islam Sebagai Ilmu Kuntowijoyo Mizan
8 Orientalis dan Diabolisme Pemikiran Dr Syamsuddin Arif Gema Insan Press
9 Filsafat Etika Islam Amin Abdullah Mizan
10 Muqaddimah Ibnu Khaldun Pustaka Firdaus
11 Islam Warna Warni John. L.Esposito. Terj. Arif Maftuhin, M. Ag Paramadina
12 Dari Gerakan ke Negara H. M. Anis Matta Rabbani
13 Titik Ba Ahmad Thoha Faz Mizan
14 Tasauf Modern Hamka Pustaka Panji Mas
15 Wawasan Islam H. Endang S. Anshari, MA Gema Insani Press
16 Iklan dan Politik Budi Setiyono Galang Press
17 Budaya Populer sebagai Komunikasi Idi Subandy Ibrahim Jala Sutra
18 Islam dan Pluralisme Jalaluddin Rahmat Serambi
19 Al Qur’an Kitab Zaman Kita Syaikh Muhammad Al Ghazali Mizan
20 Spiritualitas dan Realitas Kebudayaan Kontemporer Alfathri Adlin (editor) Jala Sutra
21 Benturan Antar Peradaban Samuel P. Huntington Qalam
22 Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan Kasiyan Ombak
23 Titik Balik Peradaban Fritjof Capra Jejak
24 Genealogi Intelegensia Muslim Yudi Latif Teraju
25 Cita Humanisme Islam George A Maqdisi Serambi
26 Tugas Cendekiawan Muslim Ali Shariati Srigunting
27 Renaisans Islam Joel L. Kraemer Mizan
28 Islam, Doktrin dan Peradaban Nurcholis Madjid Paramadina
29 Ideologi-ideologi Pendidikan William F O’neil Pustaka Pelajar

  1. Menyatakan kesediaan untuk aktif di struktur kepengurusan PII minimal 2 tahun kedepan
  2. Mengirim curriculum vitae, makalah dan resensi (H-3) via email pbpiiku@yahoo.com
  3. Membawa buku-buku tentang filsafat, tasawuf, pemikiran dan agama, pendidikan, sosial, budaya, politik, ekonomi, sejarah dan lain-lain minimal 5 buah.

C. Pendidikan Instruktur Dasar

  1. Pernah aktif di Pengurus Daerah dan atau sedang aktif di Pengurus Wilayah
  2. Telah lulus mengikuti kursus pendidikan pemandu /Mu`allim dan Advanced Training (ADVANTRA)
  3. Mendapat Surat Mandat dari Pengurus Wilayah
  4. Mampu membaca Al-Quran dengan fasih (tajwid, makhraj huruf) dan lancar
  5. Telah berumur minimal 17 tahun atau jenjang pendidikannya di kelas 2 SLTA/sederajat
  6. Membuat silabus kursus pra BATRA yang Orisinil
  7. Membuat kliping koran dengan tema pendidikan dan kebudayaan; masing-masing minimal 5 judul.
  8. Membuat tinjauan kritis (critical review) terhadap salah satu judul kliping. Minimal 3 halaman A4, 1,5 spasi, times new roman, 12pt.
  9. Menyatakan kesediaan untuk aktif di struktur kepengurusan PII minimal 2 tahun kedepan
  10. Mengirim curriculum vitae dan silabus kursus pra BATRA (H-3) via email pbpiiku@yahoo.com
  11. Membawa buku-buku referensi tentang pendidikan (kurikulum, psikologi pendidikan, pelatihan, metode dan model pembelajaran) minimal 5 buah.

CURRICULUM VITAE

Berisi ;

  1. Keterangan Identitas Diri
  2. Pengalaman Pendidikan
  3. Pengalaman Kaderisasi
  4. Pengalaman Kepanitiaan
  5. Prestasi Akademik dan Non Akademik

SELAMAT HARI BANGKIT

zwani.com myspace graphic comments
Happy Birthday Graphic Comments

KAMI SEGENAP PENGURUS DAERAH PELAJAR ISLAM INDONESIA BUKITTINGGI – AGAM

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI BANGKIT PII YANG KE – 61 ( 4 MEI 1947 – 4 MEI 2008 )

SEMOGA MOMENTUM HARBA INI DAPAT KITA JADIKAN UNTUK PENAMBAH SEMANGAT KITA

DALAM RANGKA MEWUJUDKAN TUJUAN PII

( KESEMPURNAAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN YANG SESUAI DENGAN ISLAM

BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA DAN UMAT MANUSIA )

……………. AYO PII BERJUANG …………………….

Mohon maaf

Assalamu’alaikum wr wb

kami dari segenap pengurus harian PD PII Bukittinggi – Agam mohon maaf kepada teman2 semua karena berhubung mayoritas dari pengurus dan kader akan menghadapi UN 2008 maka untuk sementara kegiatan kami akan berlangsung lambat.Insya Allah setelah selesai UN kami akan kembali aktif secara menyeluruh dan kembali berjuang untuk mencapai cita2 izzul islam wal muslimin

wassalam

NB:sorry untuk foto di header hanya foto sang “admin” yang tak lain adalah Ketum PD sendiri karena tadi pas diedit foto2 teman2 ga ada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.